Skip navigation

Ada sebuah cerita yang merupakan kenyataan hidup dari seorang teman.

Teman ini bekerja di Bea Cukai. Kebetulan teman ini dibagian yang orang bilang “Teles”, di bagian gudang pengiriman dari LN yang bermasalah.

Suatu saat beliau kedatangan seorang ajudan dari penguasa negeri ini. orang ini mau mengambil sebuah HD yang merupakan pesanan dari anak sang penguasa. Tapi keinginan itu tidak dikabulkan oleh teman karena surat-surat bermasalah. Sang ajudan marah-marah, dan memaksa untuk mengambil kiriman tersebut. Tapi beliau tetap mempertahankan apa yang menjadi peraturan. Sang Ajudan pulang dengan rasa marah dan kecewa.

Sehari setelah itu, datang lagi seorang jendral untuk mengambil pesanan itu. Tetap dengan tegas Beliau tolak dengan tegas. Beliau hanya berpesan untuk sang jendral untuk mengurus dulu surat-suratnya. Sang Jendral pulang dengan tangan hampa. Sorenya Beliau dipanggil oleh pimpinannya, dan meminta untuk melepaskan pesanan sang anak penguasa. Tetap dengan tegas beliau tolak. Alasan beliau mempertahankan itu adalah karena beliau mempertahankan peraturan yang telah dibuat. Sang atasan tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari kejadian itu, membuat saya berpikir pada jaman seperti ini masih ada seorang yang tegas mempertahankan peraturan. Peraturan yang merupakan aturan-aturan dan batasan-batasan dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

Sayang saat ini beliau ditempatkan dibagian kepegawaian mengurusi pensiuan. Tapi ketika saya bilang itu, beliau hanya tersenyum dan berkata bahwa apa yang dikerjakan saat ini lebih membuat dirinya bahagia. Karena jauh dari rasa takut.

Salut diriku bagi seorang teman yang enthah dimana sekarang.

Dirimu adalah inspirasi bagi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: